Dua kali sudah GKI Ngagel memberikan sembako. Pertama: pada saat hari pertama PSBB berlaku di Surabaya. Kami hentikan pemberian makan siang gratis di titik GKI Ngagel, diganti dengan memberikan sembako. Hari Kamis tanggal 7 Mei 2020 adalah pelayanan kedua. Bersama beberapa pengurus Komisi Dewasa, kami berjumpa dengan beberapa anggota masyarakat. Oh yah pelayanan ini kerjasama dengan Alumni SMA Petra angkatan 1973.

Sebelum berangkat, salah satu peserta dari GKI Ngagel membawa baju ganti dalam tasnya. Kebayang akan hadir di kerumunan. Perasaan yang sama oleh beberapa rekan dewasa muda, ada rasa kuatir jika terjadi keramaian atau kerumunan yang bisa menciptakan kekacauan. Ternyata semua ketakutan tak terjadi. Kami melayani door to door. Pak lurah dan rekan-rekan karang taruna menemani pelayanan kami. Aturan jaga jarak dan memakai masker tetap kami lakukan. Pak Lurah memberikan sejumlah data, kami membagi diri dalam beberapa kelompok yang terdiri dari perwakilan GKI Ngagel dan kelurahan dan karang taruna.

Ketika tiba di salah satu rumah, saya melihat rumahnya nampak bagus. Saya bertanya pada Pak Lurah, “Kenapa mereka pak? Bukankah mereka mampu?” Di situlah saya mendengar langsung. Perekonomian mereka lumpuh total bu. Biarlah kita beri mereka bantuan, karena untuk keluarga seperti ini tak masuk dalam daftar bantuan pemerintah.” Sy bergeming, sembari berkata dalam hati, jika tak turun lapangan mana bisa tahu yang kayak gini.

Tiba2 teringat ada masyarakat desa yang nampak miskin lalu menolak bantuan, bisa jadi karena mereka masih punya lahan untuk bercocok tanam. Masih ada ladang, masih bisa menanam singkong atau sayur. Masyarakat kota yang tidak ada lahan dan tinggal dirumah yang nyaris tak ada halaman? Jika tak dibantu lalu mereka makan apa?

Covid 19 menyisakan banyak penderitaan namun juga menyisakan pencerahan dan cinta kasih. Melihat perjuangan umat manusia yang harus bertahan di tengah pandemi. Saat ini banyak yang pada posisi bertahan. Bertahan hidup satu hari demi satu hari. Tak bisa mengatur strategi lain selain bertahan. Bantuan pemerintah ada, namun tak semua terjangkau. Bisa jadi dana terbatas atau mungkin praktek korupsi terjadi. Entahlah.. namun rakyat tetap butuh makan.

Teman… kalau kamu masih bisa makan, bersyukurlah.. jangan mengeluh karena merasa harus di rumah. Ada banyak orang yang tetap harus berjuang di luar rumah meski resiko tinggi. Bahkan saat anda mungkin punya planing akan kemana saja, atau kuliner apa saja setelah pandemi selesai, ada banyak orang yang bermimpi saja tak berani karena hantaman perekonomian akibat covid19 menghancurkan hidup mereka. Mereka cuma bisa bertahan.

Terima kasih untuk Jemaat dan simpatisan GKI Ngagel yang telah berpartisipasi. Terima kasih untuk Alumni SMA Kristen Petra Angkatan 1973. Terima kasih Tuhan untuk semua kasih karunia-Mu.

Oh yah makan siang gratis masih tetap kami lakukan untuk masyarakat di bantaran rel kereta api dan masyarakat Kalibokor. Sejak 3 April 2020 sampai sekarang kami belum berhenti karena tangan anda masih terulur untuk mereka.

Soli Deo Gloria

– Pdt. Florida Rambu-
Bersama rekan Komisi Dewasa GKI Ngagel.